Ribuan Botol Miras dan HPTL Ilegal Berhasil Diamankan Bea Cukai Jambi


Senin, 04 November 2019 -

MMEA Golongan B dan C, juga HPTL ilegal yang berhasil dimankan Bea Cukai Jambi
MMEA Golongan B dan C, juga HPTL ilegal yang berhasil dimankan Bea Cukai Jambi / JERNIH.ID

JERNIH.ID, Jambi - Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Jambi berhasil mengamankan peredaran Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) ilegal yang terdapat di salah satu ruko di Kota Jambi.

 

Kepala Kantor Bea dan Cukai Provinsi Jambi Ardiyanto melalui Kepala Seksi P2, Bea Cukai Jambi, Heri Sustanto mengungkapkan, penangkapan ini dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat. 

 

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, total 2.748 botol MMEA Golongan B dan Golongan C berbagai merek serta 54.800 batang HPTL Merek Iquos Heets yang tidak dilekati pita cukai berhasil diamankan," katanya, Senin (4/11/19).

 

Dijelaskannya, penindakan ini dilakukan berawal dari Tim P2 Jambi yang mendapat informasi terkait adanya tempat penyimpanan MMEA Golongan B dan C yang tidak memiliki izin NPPBKC di daerah Kota Jambi. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan berdasarkan informasi yang didapat. 

 

Setelah mendapati ciri-ciri tempat yang telah diinformasikan, Dikatakan Heri kemudian Tim P2 Jambi berkoordinasi dengan Polda Jambi untuk melakukan penggeledahan terhadap ruko tersebut.

 

"Pada penggeledahan ini, tim berhasil mengamnkan tiga orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial A,I dan J. Ketiga pelaku langsung dibawa ke Kantor Bea Cukai Jambi," bebernya. 

 

Setelah dilakukan penindakan, tim langsung melakukan pendalaman terhadap penindakan ini. Dari hasil pendalaman didapati bahwa ada tempat lain di jalan Lingkar Selatan Kota Jambi yang dijadikan tempat penyimpanan MMEA Golongan B dan C. 

 

Lalu, Tim P2 Jambi Bersama Tim Polda Jambi meluncur ke tempat yang telah diinformasikan dan langsung melakukan penggeledahan. Total nilai barang hasil penindakan tersebut ditaksir mencapai Rp. 835.543.000, dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp. 424.000.000.

 

"Dari penindakan tersebut, diduga terjadi pelanggaran Pasal 54 dan/atau Pasal 56 UU. No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 1995 tentang cukai," pungkasnya. 

 

Penulis : Redaksi

Editor : Muhammad Syafe'i 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Liburan Akhir Tahun? ke 'Air Terjun Mukus' Saja, Dijamin Eksotis

JERNIH.ID, Merangin - Mendengar kata Kabupaten Merangin, yang terlintas dipikiran pastinya tidak jauh dari keindahan alamnya. Banyaknya destinasi wisata membuat

BERITA

Safrial Hadiri Peresmian Gedung Polres Tanjab Barat yang Baru

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Tanjung Jabung Barat H. Safrial didampingi Ketua TP-PKK Tanjab Barat Hj. Cici Halimah, SE menghadiri peresmian gedung Mapolres

BERITA

Intens Berkomunikasi, Sukandar Nyatakan Siap Berpasangan Dengan CE

JERNIH.ID, Jambi - Jelang perhelatan Pilgub Jambi 2020 mendatang, kabar berpasangannya Cek Endra (CE) yang merupakan Bupati Sarolangun dan Sukandar yang merupak

POLITIK

'Makan Merawang' dan Ragam Kegiatan Bakal Meriahkan HUT Merangin

JERNIH.ID, Merangin - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Merangin ke-70, yang puncaknya akan berlangsung pada 22 Desember mendatang, bakal wah dan berl

BERITA

Kasus Auditorium UIN Jambi, Kejati Jambi Kembali Tetapkan Dua Tersangka Baru

JERNIH.ID, Jambi - Setelah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi kasus pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin (STS) Jamb

HUKUM

Advertisement