KONSTALASI PILGUB JAMBI TAHUN 2020

Menakar Peluang Pimpinan Partai Politik di Jambi


Rabu, 10 Juli 2019 - 19:04:22 WIB - Dibaca: 135 kali

Pengamat Politik dan Sekaligus Dosen Universitas Jambi, Muhammad Farisi, S,H., LL.M
Pengamat Politik dan Sekaligus Dosen Universitas Jambi, Muhammad Farisi, S,H., LL.M [Dok Pribadi]

JERNIH.ID, Jambi - Jelang satu tahun lebih gelaran Pilgub akan digelar di Provinsi Jambi tepatnya tahun 2020 mendatang, beberapa bakal calon sudah mulai digadang-gadang akan bertarung yang merupakan Kepala Daerah Petahana diantaranya Fachrori Umar yang saat ini merupakan Gubernur Jambi, Cek Endra Bupati Sarolangun, Sy Fasha Walikota Jambi, Syafrial Bupati Tanjung Jabung Barat dan yang lainnya.

 

Namun, jelang acara hajatan 5 tahunan ini digelar, belum ada muncul nama-nama pimpinan partai politik di Jambi untuk ikut serta dalam Konstalasi Pilgub Jambi, seperti Ketua DPD PDIP Edi Purwanto, Ketua DPW PAN H Bakri, Ketua DPD Demokrat Burhanudin Mahir dan ataupun Ketua DPD Gerindra Sutan Adil Hendra.

 

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Jambi, Muhammad Farisi mengatakan tentunya peluang ketua partai politik untuk maju bertarung pada Pilgub Jambi jauh lebih diuntungkan karena posisinya sebagai ketua, yang tentu saja mampu menggerakkan mesin partai sampai ke akar rumput.

 

Tentunya saat ini banyak bakal calon punya peluang maju. Namun masih bingung karena belum punya kendaraan (parpol, red). Hal ini tentunya menguntungkan ketua partai, jika ingin maju.

 

"Kalau ketua partai mau maju juga harus punya modal diantaranya modal sosial popularitas, acceptabilitas dan electabilitas yang tinggi dan modal kapital yang cukup," kata Farisi kepada jernih.id, Rabu (10/7/19).

 

Dijelaskan Farisi, popularitas dan pengalaman yang dimiliki memang menjadi modal utama, namun apakah popularitasnya bisa mengkalahkan calon lain?. Lagian regulasi juga tidak menguntungkan mereka, karena harus mundur sebagai dewan.

 

"Rugi kalau ikut bertanding tapi tidak yakin menang," tegasnya.

 

Dari sisi regulasi, kepala daerah tentunya lebih diuntungkan, karena cukup cuti. Sedangkan ketua partai apabila menjabat sebagai anggota DPR/DPRD tentunya mereka harus mundur dari jabatannya apabila ingin maju di Pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

 

Idealnya apabila ingin bertarung di Pilkada, ditambahkan Farisi tentunya harus menggunakan data hasil survei untuk mengetahui bagaimana tingkat penerimaan masyarakat sebagai bakal Cagub.

 

"Bisa jadi masyarakat lebih suka mereka (ketua partai) menjadi anggota DPR/DPRD daripada jadi Cagub," tambahnya.

 

Menurutnya, para ketua partai politik seperti, Edi Purwanto, H. Bakri, Burhanudin Mahir dan Sutan Adil Hendra sangat potensial apabila ikut maju dalam pencalonan Pilgub Jambi karena mereka sudah punya basis massa yang konkrit.

 

"Mereka tentunya mempunyai basis massa yang konkrit, faktanya terpilih sebagai anggota DPR RI dan ataupun DPRD Provinsi Jambi. Tergantung apakah mau berspekulasi maju pada Pilgub dengan berbagai pertimbangan, karena aturan harus mundur bila mau maju," tutupnya.

 

Untuk diketahui, pada Pileg yang baru saja dilakukan, PDIP berhasil menjadi pemenang di Provinsi Jambi dengan meraih 9 kursi serta juga menempatkan Edi Purwanto sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih. Adapun sebelumnya Edi merupakan Cawagub yang berpasangan dengan Hasan Basri Agus (HBA) pada Pilgub 2015 yang lalu, namun belum berhasil memenangkan Pilgub.

 

Sementara, Ketua DPW PAN Jambi H. Bakri untuk kali ketiganya terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi. Selain itu Ketua DPD Gerindra Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH) juga terpilih kembali menjadi anggota DPR RI Dapil Jambi untuk periode kedua kalinya.

 

Bebeda dengan Ketua DPD Demokrat Provisi Jambi, setelah menjabat sebagai Bupati Muaro Jambi dua periode, Burhanudin Mahir juga kembali terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Batanghari - Muaro Jambi.

 

Pada Pileg 2019 yang lalu, perolehan kursi di DPRD Provinsi Jambi untuk PAN, Demokrat, Gerindra dan Golkar meraih hasil yang sama yakni masing-masing memperoleh 7 kursi parlemen. Tentunya hasil itu membuka peluang besar untuk mengusung Pilgub Jambi sebagaimana ketentuan perundangan minimal di usung dengan 11 kursi DPRD Provinsi.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pemkab dan DPRD Tanjabbar Tanda Tangani Kebijakan Umum dan PPAS APBD Tahun 2020

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Safrial dan DPRD Tanjab Barat tandatangani nota kesepakatan kebijakan umum APBD anggaran 2020 dan pembahasan rancangan priorit

BERITA

Sarasehan “Menatap Jambi 5 Tahun Kedepan”

JERNIH.ID, Jambi - Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Provinsi Jambi dan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokra

BERITA

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional Kunjungi SMPN Tanjab Timur

JERNIH.ID, Muara Sabak - Kujungan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional di SMP N 21 Kabupaten Tanjab Timur.   Tim Penilai Tingkat Nasional

BERITA

Inilah Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT Tanjung Jabung Barat dan HUT RI

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke 54 dan HUT RI ke 74 yang jatuh pada 10 Agustus mendatang, Pe

BERITA

Beri Dukungan Al Haris Maju Pilgub, Gerakan Milineal Al Haris Terbentuk

JERNIH.ID, Jambi - Nama Bupati Merangin, Al Haris terus mencuat beberapa bulan terakhir, beliau dikabarkan akan maju bertarung pada Pilgub Jambi 2020 mendatang

BERITA

Advertisement