KONSTALASI PILBUP TANJAB BARAT TAHUN 2020

Duet Mulyani - Amin Mencuat, Ahmad Harun Yahya : Ini Merupakan Paket Lengkap


Selasa, 02 Juli 2019 - 20:01:06 WIB - Dibaca: 437 kali

Insert Foto Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Mulyani Siregar (kiri) dan H. Amin Abdullah
Insert Foto Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Mulyani Siregar (kiri) dan H. Amin Abdullah [Istimewa ]

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Pilkada Kabupaten Tanjung Jabung Barat baru akan digelar pada tahun 2020 mendatang, namun beberapa nama saat ini sudah mulai digadang - gadang akan maju untuk perebutan BH 1 E ini.

 

Partai PDIP yang merupakan partai pemenang pada Pileg di Kabupaten Tanjung Barat dengan raihan 8 kursi, memunculkan beberapa nama, diantaranya Mulyani Siregar yang merupakan Ketua DPC PDIP Tanjabbar yang diprediksi akan maju pada Pilkada Tanjabbar.

 

Belakangan ini, nama Mulyani Siregar yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencuat akan berpasangan dengan H. Amin Abdullah yang merupakan tokoh di wilayah ilir Kabupaten Tanjung Barat.

 

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik di Tanjung Jabung Barat, Ahmad Harun Yahya mengatakan jika tiket PDIP didapat oleh Mulyani Siregar, tentunya Mulyani akan mengambil calon wakil bupati dari wilayah ilir.

 

"Bisa saja dari politisi atau dari profesional. Tapi memang sejauh ini Mulyani dan Amin Abdullah punya hubungan yang cukup mesra. Kans Mulyani-Amin jika maju pada Pilbup tentunya akan menjadi paket lengkap," kata Harun kepada jernih.id, Selasa (2/7/19).

 

Latar belakang Mulyani yang merupakan politisi dengan basis kuat di wilayah ulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan punya pengalaman di parlemen dan pemerintahan tentunya sangat cocok berpasangan dengan Amin Abdullah yang merupakan refresentasi kelompok profesional dan kalangan agamis yang mempunyai basis massa konkrit di wilayah ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

"Jika memang paket Mulyani-Amin ini tersaji pada Pilkada 2020 mendatang, akan menjadi paket yang sangat komplit, karena mencakup keterwakilan wilayah," ungkapnya.

 

Lantas, bagaimana dengan Ustadz Anwar Sadat (UAS) yang memiliki peluang besar untuk maju bertarung di Pilkada Tanjabbar?. Menurut Harun secara terbuka UAS memang belum menyatakan akan maju, namun UAS masih memiliki peluang ckup besar untuk maju.

 

"Jika PAN berhasil meramu koalisi dengan partai lain dan memajukan UAS sebagai calon bupati, tentu pasangan wakil bupati kemungkinan besar dari wilayah ulu ataupun wilayah tengah (Pengabuan, Betara, dan Senyerang, red)," kata Harun yang merupakan Dosen UIN Raden Fattah Palembang dan STAI An Nadwah KualaTungkal.

 

"PAN tentu akan belajar dari pengalaman pilkada 2015 lalu. Tapi memang untuk saat ini kondisi politik terus dinamis dan berubah-ubah setiap detik dan menit hingga tahapan Pilkada serentak tahun 2020. Semua masih punya peluang untuk dicalonkan dan saling berpasangan, partai politik tentu juga secara intens menjalin komunikasi politik sesama partai. Semua kemungkinan bisa terjadi bahkan sebelum pendaftaran resmi di KPU masih bisa saja berubah," sambungnya.

 

Masih dikatakan Harun, jika memang paket Mulyani-Amin tersaji pada Pilkada 2020 mendatang, maka UAS akan mendapatkan lawan tangguh. Tergantung kemampuan manajerial tim dan strategi politik masing-masing.

 

Tentunya kemunculan poros ketiga dari koalisi beberapa partai juga mungkin akan terbentuk, karena masih ada nama Amir Sakib yang merupakan Wakil Bupati Tanjabbar, Mukhlis yang saat ini di Kementrian Desa, Abu Bakar Jamalia anggota DPD RI, Ahmad Jahfar yang merupakan Wakil Ketua DPRD Tanjabbar, H. Hamid anggota DPRD Tanjabbar dan beberapa nama lain yang juga punya peluang untuk maju.

 

Bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada calon dari independent untuk maju pada Pilkada Tanjung Jabung Barat tahun 2020 mendatang.

 

Akan tetapi lanjut Harun, ada mitos politik di Tanjung Jabung Barat setiap kali perhelatan pilkada yaitu pasangan ilir-ulu ataupun ulu-ilir. Sebenarnya ada wilayah tengah yang punya basis suara cukup besar yaitu Pengabuan, Senyerang, Betara dan Kuala Betara. Namun sering dilupakan sehingga wilayah ini langsung di cap sebagai wilayah ulu ataupun ilir.

 

“Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan pemilih menjatuhkan pilihan terhadap calon bupati atau wakil bupati, tidak hanya karena faktor sebaran wilayah. Tetapi ada juga faktor ideologis, sosilogis dan faktor rasionalitas. Yang jelas Pilkada Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2020 mendatang akan sangat menarik dan sengit," tutupnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pemkab dan DPRD Tanjabbar Tanda Tangani Kebijakan Umum dan PPAS APBD Tahun 2020

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Safrial dan DPRD Tanjab Barat tandatangani nota kesepakatan kebijakan umum APBD anggaran 2020 dan pembahasan rancangan priorit

BERITA

Sarasehan “Menatap Jambi 5 Tahun Kedepan”

JERNIH.ID, Jambi - Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Provinsi Jambi dan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokra

BERITA

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional Kunjungi SMPN Tanjab Timur

JERNIH.ID, Muara Sabak - Kujungan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional di SMP N 21 Kabupaten Tanjab Timur.   Tim Penilai Tingkat Nasional

BERITA

Inilah Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT Tanjung Jabung Barat dan HUT RI

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke 54 dan HUT RI ke 74 yang jatuh pada 10 Agustus mendatang, Pe

BERITA

Beri Dukungan Al Haris Maju Pilgub, Gerakan Milineal Al Haris Terbentuk

JERNIH.ID, Jambi - Nama Bupati Merangin, Al Haris terus mencuat beberapa bulan terakhir, beliau dikabarkan akan maju bertarung pada Pilgub Jambi 2020 mendatang

BERITA

Advertisement