SIDANG PEMBACAAN PUTUSAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM (PHPU) 2019

Menanti Putusan Wakil Tuhan di MK


Rabu, 26 Juni 2019 - 20:28:16 WIB - Dibaca: 497 kali

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Batanghari (UNBARI), Arby Tya Afrilianif Surahman
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Batanghari (UNBARI), Arby Tya Afrilianif Surahman [Dok Pribadi]

JERNIH.ID, Jambi - Dalam pidato Ketua Makahmah Konstitusi (MK) ada hal yang sangat menarik beliau mempertegas kedudukan hakim sebagai wakil tuhan di dunia, hakim dapat batalkan keputusan lembaga parlemen atau lembaga eksekutif jika melawan hukum atau merugikan orang banyak.

 

Tentunya hal ini menjadi benteng untuk MK melakukan keputusan yang seadil adilnya dan tanpa intervensi dari pihak manapun jika pondasi teori kedaulatan tuhan ini menjadi dasar perjalanan sidang sengketa hingga sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan esok 27 Juni 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

 

Teori kedaulatan yang pertama dalam sejarah, mengajarkan bahwa negara dan pemerintah mendapatkan kekuasaan tertinggi dari Tuhan sebagai asal segala sesuatu. Sejatinya kebenaran yang mutlak berada di tangan rakyat dan rakyat berhak menyatakan pendapat terkait keputusan MK.

 

Yang menarik dalam perjalanan menuju keadilan di republik ini, semua mata, pikiran tertuju kepada sidang MK yang disaksikan oleh rakyat indonesia secara langsung (live) di hampir semua stasiun televisi di Indonesia maupun luar negeri. Selain itu sidang dapat pula disaksikan di berbagai media sosial, semua hal terkait sidang PHPU telah selesai di ruangan sidang wakil tuhan di dunia, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Namun di sisi lainnya ada sorotan yang menarik yang harus di ambil yaitu terkait Teori Kedaulatan Rakyat yang menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada di tangan rakyat. Teori ini menjadi dasar dari negara-negara demokrasi. Dalam hal ini rakyat adalah sebagai raja jika dikaitkan dalam teori kedaulatan tuhan, maka cermatlah kita melihat kondisi situasi bangsa seperti ini.

 

Selanjutnya kita dan publik berharap keputusan Mahkamah Konstitusi nantinya didasari objektivitas dan fakta-fakta persidangan serta apapun hasil putusannya nanti kita mesti pula menerima secara bijaksana dan semoga dapat diterima segala pihak.  

Penulis: Arby Tya Afrilianif Surahman (Presiden BEM UNBARI)

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Pemkab dan DPRD Tanjabbar Tanda Tangani Kebijakan Umum dan PPAS APBD Tahun 2020

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Safrial dan DPRD Tanjab Barat tandatangani nota kesepakatan kebijakan umum APBD anggaran 2020 dan pembahasan rancangan priorit

BERITA

Sarasehan “Menatap Jambi 5 Tahun Kedepan”

JERNIH.ID, Jambi - Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Provinsi Jambi dan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokra

BERITA

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional Kunjungi SMPN Tanjab Timur

JERNIH.ID, Muara Sabak - Kujungan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat UKS Tingkat Nasional di SMP N 21 Kabupaten Tanjab Timur.   Tim Penilai Tingkat Nasional

BERITA

Inilah Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT Tanjung Jabung Barat dan HUT RI

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke 54 dan HUT RI ke 74 yang jatuh pada 10 Agustus mendatang, Pe

BERITA

Beri Dukungan Al Haris Maju Pilgub, Gerakan Milineal Al Haris Terbentuk

JERNIH.ID, Jambi - Nama Bupati Merangin, Al Haris terus mencuat beberapa bulan terakhir, beliau dikabarkan akan maju bertarung pada Pilgub Jambi 2020 mendatang

BERITA

Advertisement