SIDANG PEMBACAAN PUTUSAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM (PHPU) 2019

Menanti Putusan Wakil Tuhan di MK


Rabu, 26 Juni 2019 - 20:28:16 WIB - Dibaca: 786 kali

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Batanghari (UNBARI), Arby Tya Afrilianif Surahman
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Batanghari (UNBARI), Arby Tya Afrilianif Surahman [Dok Pribadi]

JERNIH.ID, Jambi - Dalam pidato Ketua Makahmah Konstitusi (MK) ada hal yang sangat menarik beliau mempertegas kedudukan hakim sebagai wakil tuhan di dunia, hakim dapat batalkan keputusan lembaga parlemen atau lembaga eksekutif jika melawan hukum atau merugikan orang banyak.

 

Tentunya hal ini menjadi benteng untuk MK melakukan keputusan yang seadil adilnya dan tanpa intervensi dari pihak manapun jika pondasi teori kedaulatan tuhan ini menjadi dasar perjalanan sidang sengketa hingga sidang pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan esok 27 Juni 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

 

Teori kedaulatan yang pertama dalam sejarah, mengajarkan bahwa negara dan pemerintah mendapatkan kekuasaan tertinggi dari Tuhan sebagai asal segala sesuatu. Sejatinya kebenaran yang mutlak berada di tangan rakyat dan rakyat berhak menyatakan pendapat terkait keputusan MK.

 

Yang menarik dalam perjalanan menuju keadilan di republik ini, semua mata, pikiran tertuju kepada sidang MK yang disaksikan oleh rakyat indonesia secara langsung (live) di hampir semua stasiun televisi di Indonesia maupun luar negeri. Selain itu sidang dapat pula disaksikan di berbagai media sosial, semua hal terkait sidang PHPU telah selesai di ruangan sidang wakil tuhan di dunia, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Namun di sisi lainnya ada sorotan yang menarik yang harus di ambil yaitu terkait Teori Kedaulatan Rakyat yang menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada di tangan rakyat. Teori ini menjadi dasar dari negara-negara demokrasi. Dalam hal ini rakyat adalah sebagai raja jika dikaitkan dalam teori kedaulatan tuhan, maka cermatlah kita melihat kondisi situasi bangsa seperti ini.

 

Selanjutnya kita dan publik berharap keputusan Mahkamah Konstitusi nantinya didasari objektivitas dan fakta-fakta persidangan serta apapun hasil putusannya nanti kita mesti pula menerima secara bijaksana dan semoga dapat diterima segala pihak.  

Penulis: Arby Tya Afrilianif Surahman (Presiden BEM UNBARI)

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Mendaftar di PPP, H. Bakri Bawa Pengurus Lengkap PAN

JERNIH.ID, Kota Jambi - Setelah (18/10) kemarin mendaftar di NasDem dan PKB, H. Bakri yang merupakan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi kembali mendaftar penjaringan

POLITIK

CE Utus Putranya Mendaftar di PKS dan PKB

JERNIH.ID, Kota Jambi - Terus bergerilya mencari dukungan Parpol maju di Pilgub Jambi, Bupati Sarolangun Cek Endra melalui utusan tim yang langsung dikomandoi s

POLITIK

Wabup Amir Sakib Secara Resmi Tutup FASI 2019

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Amir Sakib tutup  secara resmi festival anak shaleh indonesia (FASI) ke-IX tingkat Kabupat

BERITA

Bupati Safrial Usulkan Lima Program CSR SKK Migas

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Bupati Tanjab Barat Dr Ir H Safrial Ms menghadiri undangan SKK Migas untuk menyampaikan paparan usulan program CSR SKK-Migas PetroChi

BERITA

Mendaftar di NasDem dan PKB, H. Bakri Harap Koalisi Pilgub 2015 Terulang

JERNIH.ID, Jambi - Maju di Pilgub Jambi 2020 mendatang, H. Bakri melalui utusan mendafatar penjaringan bakal calon kepala daerah di Partai NasDem dan PKB Provin

POLITIK

Advertisement