MARHABAN YA RAMADHAN 1440 HIJRIYAH

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan


Minggu, 05 Mei 2019 - 13:54:52 WIB - Dibaca: 367 kali

Ibadah Sholat Tarawih Berjamaah di Mesjid Ubay bin Ka’ab Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Pada Ramadhan 1439 Hijriyah/2018.
Ibadah Sholat Tarawih Berjamaah di Mesjid Ubay bin Ka’ab Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Pada Ramadhan 1439 Hijriyah/2018. [Screenshoot Video Anjar Rusadi (dakwah.salamjambi.contentcreator), diposting 3 Juni 2018.]

Oleh : Prof. Ahmad Satori Ismail

 

JERNIH.CO.ID, Jambi - Ramadhan merupakan bulan panen pahala. Ibadah wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan sunah disejajarkan dengan ibadah wajib. Pada bulan suci ini, Allah SWT memberikan sarana menghapus dosa pada masa lampau.

 

Diantara sarana itu, yakni shalat Tarawih. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan (sebulan penuh) dengan keimanan (meyakini pahala yang dijanjikan Allah) dan mencari pahala dari Allah maka dosanya yang terdahulu akan diampuni.” ( HR al-Bukhari dan Muslim).

 

Dosa yang diampuni, menurut Ibnu Al Mundzir, mencakup dosa besar dan kecil. Berbeda dangan An-Nawawi yang mengatakan, dosa yang kecil saja yang dihapus melalui shalat malam tersebut. Kendati demikian, shalat Tarawih memperingan dosa besar.

 

Shalat Tarawih, termasuk qiyamullail yang menjadi kebiasaan atau amalan rutin orang saleh. Shalat Tarawih hukumnya sunah muakkadah (yang dikukuhkan).

 

Itu berdasarkan hadis dari ‘Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW shalat di masjid, lalu diikuti orang banyak. Pada hari kedua diikuti lebih banyak, kemudian pada hari ketiga para sahabat berkumpul banyak, tetapi Rasulullah tidak keluar.

 

Pada pagi harinya beliau bersabda, “Aku melihat apa yang kamu sekalian lakukan, tidaklah ada yang mencegahku untuk keluar, kecuali karena aku khawatir shalat Tarawih diwajibkan atas kamu.” (Muttafaq alaih).

 

Ibadah ini merupakan taqarrub kepada Ilahi yang paling agung pada bulan suci. Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata, “Seorang mukmin pada bulan Ramadhan menggabungkan dua jihad untuk melawan nafsunya; jihad siang hari melalui puasa dan jihad malam hari melalui qiyamullail. Barang siapa yang menggabungkan dua jihad ini maka pahalanya akan diberikan tanpa hitungan.”

 

Rasulullah SAW tidak membatasi jumlah rakaat shalat malam. Umar RA dan para sahabat melakukan shalat Tarawih 20 rakaat selain witir.

 

Mereka bersandar pada hadis Nabi SAW, “Shalat malam dua rakaat, dua rakaat, apabila salah seorang dari kamu khawatir masuk waktu Subuh, menutupnya dengan witir satu rakaat.” (HR al-Bukhari).

 

Dalam hadis ini tidak ada pembatasan rakaat. Dan, mereka merupakan generasi yang memahami sunah Rasulullah SAW.

 

Selama Ramadhan, kita harus berusaha maksimal menunaikan Tarawih setiap malam dengan berjamaah sampai usai agar mendapatkan pahala qiyamullail semalam suntuk.

 

Abu Dzar meriwayatkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Barang siapa yang menunaikan qiyam bersama imam (berjamaah) sampai selesai maka ditulis pahala shalat malam semalam suntuk.”(HR Imam Ahmad, at-Turmudzi, dan disahihkan oleh al-Albani).

 

Hadis ini dalil disyariatkannya qiyam Ramadhan dengan berjamaah. Dan, ini merupakan sunah Nabi SAW yang diikuti para Khulafa’ar Rasyidin dan sahabat.

 

Sesungguhnya Rasulullah SWT mendirikan qiyamullail 11 rakaat sekitar lima jam, bahkan terkadang seluruh malam digunakannya untuk qiyamullail. Satu rakaat ditunaikan sekitar 40 menit.

 

Oleh sebab itu, para as-salaf as shalih terdahulu berusaha memperpanjang rakaatnya sambil mengkhatamkan Alquran dalam qiyam Ramadhan.

 

Setiap mukmin wajib bersungguh-sungguh mendirikan Tarawih ini, terlebih pada malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk menanti Lailatul Qadar.

 

Rasulullah menegaskan, “Barang siapa qiyam pada malam al-qadar dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka akan diampuni semua dosanya yang terdahulu.” (HR al-Bukhari dan Muslim). Semoga kita termasuk orang-orang yang serius meraih keutamaan Ramadhan dan qiyam-nya. Aamiin.

 

Artikel Asli ; https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/07/05/n88y97-keutamaan-shalat-tarawih

Saturday, 05 Jul 2014 23:10 WIB).

Penulis: Prof. Ahmad Satori Ismail

Editor: Muhammad Syafei

Sumber: republika.co.id




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tangani Karhutla, Pemkab Tanjabtim Gelar Rapat Bersama Kasdam II/Sriwijaya

JERNIH.ID, Muara Sabak - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), mengelar rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanggulangan Kebakar

BERITA

Area Konsesi Perusahaan Terbakar, Aliansi Peduli Karhutla Jambi Desak Gubernur Berikan Sanksi 

JERNIH.ID, Jambi - Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap melanda Provinsi Jambi belakangan ini. Akibat hal ini sekumpulan massa dari mahasiswa Jamb

BERITA

Peduli Kekeringan, Fachrori Kembali Berikan Bantuan Air Bersih Kepada Warga Kota Jambi

JERNIH.ID, Jambi - Atasi kekeringan yang mengakibatkan warga sulit untuk mendapatkan air bersih, Gubernur Jambi Fachrori Umar terus memberikan bantuan air bersi

BERITA

Bawaslu Jambi : Anggaran Minim Berdampak Sulitnya Rekrutmen Pengawas Pemilu

JERNIH.ID, Jambi - Anggaran yang kecil untuk pengawasan Pemilu pada Pilkada yang akan digelar tahun 2020 mendatang di Provinsi Jambi, membuat peminat pada saat

BERITA

Jelang Pilkada 2020, Bawaslu Provinsi Jambi Gelar Media Gathering Bersama Insan Pers

JERNIH.ID, Jambi - Jelang Pilkada di Provinsi Jambi yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi gelar med

BERITA

Advertisement