Ramadhan Millenial: Antara Daring dan Luring


Jumat, 10 Mei 2019 - 16:25:34 WIB - Dibaca: 176 kali

Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif.
Guru Besar UIN STS Jambi Prof. Dr. Mukhtar Latif. [Dokumen Pribadi]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Setiap zaman ada generasinya, setiap generasi ada zamannya. Merekalah yang mengukir sejarah atau mengubur sejarah tiap zamanya, sesuai dengan dinamika peradaban yang dikeloka dalam rentang generasinya.

 

Menurut riset Erikson Institute 2016, ditemukan 88% masyarakat dunia hidup di dalam jaringan (DARING) atau online, bahkan angka itu sudah beranjak naik 8% di tahun 2018. Sisanya hidup di luar jaringan (LURING), atau offline.

 

Yang mengagetkan lagi, waktu yang digunakan mencapai 18 Jam sehari untuk daring, bahkan sudah naik hingga 20 jam sehari mereka berada di daring. Artinya hanya tersisa 4 jam saja manusia hari ini yang tidak tersentuh Daring atau Luring, karena tidur. Bahkan oleh sebagian orang masih ada yang menggunakan headshet buat pengasuh tidur. Dalam tidur headshet terpasang di telinga dengan irama lagu atau musik dan lainnya.

 

Konsumen terbesar adalah mereka yang yang dikenal generasi Z, yang dikenal sebagai generasi millenials, 85% mereka berada pada usia kelahiran tahun 80-an hingga 2000an, selebihnya 15% dikonsumi oleh generasi sesudahnya dan anak-anak. Kalau usia milenial ini kelahiran tahun 80-an, artinya sekarang usia mereka sekitar minimal 14 tahun (remaja awal)  dan maksimal 35-40 tahun.

 

Dunia teknologi utamnya android telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup para millenials, maka android tidak bisa dilepaskan dari eksistensi mereka. Android telah menyatu dalam perilaku hidup mereka. Android bukan lagi gaya hidup bagi mereka, tapi telah menjadi kebutuhan hidup mereka di keseharian. Bahkan ada yang menjadikam android dan perangkatnya sebagai mata pencaharian utama untuk menyambung kehudupan mereka dengan berbagai bisnis online.

 

Ramadhan milenial adalah sebuah jalan yang dapat ditempuh oleh generasi milenial untuk beribadah di bulan ramadhan, dengan memberdayakan Daring dan Luring berbasis andoid. Dari beberapa pengamatan, justru sangat efektif digunakan oleh generasi milenial. Katakanlah, hari segini orang tidak mungkin membawa kitab suci al Qur'an kemana bepergian, tapi dengan android dapat di downloud dengan mudah, baik yang bersuara atau hanya tulisan saja. Al Qur'an dan tafsir maupun terjemahannya dapat dengan praktis dibaca dan difahami di manapun di sepanjang perjalanan, di cafe, di restoran, tempat kerja,  maupunn tempat-tempat santai dan wisata.

 

Bahkan lebih praktis lagi,  jika malas membaca, cukup gunakan headshet, yang beragam jenisnya, dan mendengarkan suara murattal atau qari-qariah yang telah di setting dalam berbagai versi. Bahkan kita bisa menikmati lantunan suara imam besar Masjidil Haram,  atau imam besar masjid Nabawi dan masjid lain di semua belahan dunia.

 

Demikian juga kita dengan mudah mendapatkan kitab-kitab standar (kitab kuning) klasik bagi yang berminat mendalami keagamaan, bahkan lengkap dengan terjemahan dalam berbagai bahasa. Bahkan tidak ketinggalan dunia musik yang telah dimodif dalam berbagai bentuk, ada zikir dengan musik, ada shalawat dengan musik sehingga kita merasa sangat terhibur dan mendapat siraman rohani dengan musik-musik yang indah itu. Bahkan dapat juga mengakses berbagai tayangan TV dunia Islam dan radio dunia Islam selama 24 jam.

 

Demikian canggih dan efektifnya dunia teknologi dan industri informasi hari ini, semestinya dapat menambah akselerasi keimanan dan ketakwaan seseorang, utamanya bagi generasi milenial, karena mudahnya mengakses ilmu pengetahuan agama, bahkan melakukan praktik ibadah keagamaan.

 

Akan tetapi justru yang terjadi paradox, karena kecanggihan teknologi di era milenial ini, justru lebih banyak daya tarik duniawi ketimbang tarikan pada ukhrawi. Semua hiburan yang serba asyik membuat orang lena dan lalai. Lalai dalam ibadah, lalai dengan sesama, bahkan ada yang lalai dengan keluarga, sehingga lupa jalan kembali kerumah.

 

Di tengah galau dan kemelut teknologi canggih, bagaimanapun telah berkontribusi bagi efektifnya hidup hari ini. Semua orang telah dimanja dalam kehidupannya, semua jadi mudah dan cepat.

 

Hanya satu hal yang tidak terbantahkan, kecanggihan teknologi ini telah meretas tali silaturrahim antar individu dengan keluarga, maupun individu dengan kelompoknya atau masyarakat. Semua fungsi ini sudah diambil alih oleh WhatsApp, facebook, instagram, dll. Sehingga manusia telah kehilangan kehangatan keluarga dan kehangatan bermasyarakat. Padahal kehangatan itu tidak tergantikan oleh materi apapun, apalagi hanya apliaksi android Daring dan Luring.

 

Tiap zaman ada generasinya, yang menurut Philip K. Hitty dalam Hisrory of the Arab, berganti tiap 25-50 tahun. Rasulullah  mengatakan, dalam HR. Abu Hurairah, bergantinya pembaharu generasi akan terjadi dalam tiap 100 tahun. Artinya dunia selalu berubah secara dinamis dengan seluruh piranti SDM dan peradabannya. Inilah yang dikenal dengan istilah dunia FANA (selalau berubah/tidak abadi).

 

Karenanya Allah ingatkan kita, "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah (generasi yg lemah), yang mereka khawatir terhadap (kehidupan) mereka". (QS.4:9). 

 

Semoga generasi millenial hari ini, makin meneguhkan peradaban baru dunia, yang dtopang oleh teknologi cangggih, secanggih iman dan takwanya dalam membingkai indahnya kehidupnan lahir dan bathin. Aamiin. (MLC, 10 Mei 2019).

Penulis: Oleh : Prof. Dr. Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Fesvital Media, Memajukan Masyarakat dan Jurnalis

JERNIH.ID, Jambi - Festival Media (Fesmed) merupakan satu di antara momen mempertemukan jurnalis, media, dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan yang men

BERITA

Relawan Pemuda ProCE Silaturahmi ke Kediaman Abdullah Sani

JERNIH.ID, Kota Jambi - Jelang perhelatan Pilgub yang digelar pada tahun 2020 mendatang, Relawan Pemuda Pro Cek Endra (ProCE) terus gencar melakukan silaturahmi

BERITA

Puncak Hari Jadi Kabupaten Tanjabbarat dan HUT RI, Pemkab Tanjabbarat Hadirkan Artis Ibu Kota

JERNIH.ID, Kuala Tungkal - Puncak Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanjabbarat ke 54 dan HUT RI 74 ditutup dengan malam hiburan rakyat yang menampi

BERITA

Ini Rangkaian Acara Hiburan HUT 74 Kab. Tanjab Timur

JERNIH.ID, Tanjung Jabung Timur - Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur menggelar Rangkaian Acara Hiburan HUT 74, di Komplek Perkantoran Bukit Mendar

BERITA

Dampak Kabut Asap, Walikota Jambi Liburkan Pelajar

JERNIH.ID, Kota Jambi - Rapat Koordinasi dengan Tim Terpadu terkait antisipasi dan penanganan dampak kabut asap di Kota Jambi, digelar Walikota Jambi Syarief Fa

BERITA

Advertisement