Konsolidasi Nasional Poros Hijau Indonesia


Kamis, 09 Mei 2019 - 21:44:55 WIB - Dibaca: 203 kali

Jenderal (Purn) TNI DR Moeldoko (Kepala Staf Kantor Staf Presiden) saat membuka dan menjadi nasumber pada acara Konsolidasi nasional dengan tajuk “Konsolidasi Nasional Politik Hijau: Meneguhkan Peran Politik Hijau Dalam Pembangunan 2019-2024” di Jakarta.
Jenderal (Purn) TNI DR Moeldoko (Kepala Staf Kantor Staf Presiden) saat membuka dan menjadi nasumber pada acara Konsolidasi nasional dengan tajuk “Konsolidasi Nasional Politik Hijau: Meneguhkan Peran Politik Hijau Dalam Pembangunan 2019-2024” di Jakarta. [Istimewa ]

JERNIH.CO.ID, Jakarta - Konsolidasi nasional dengan tajuk “Konsolidasi Nasional Politik Hijau: Meneguhkan Peran Politik Hijau Dalam Pembangunan 2019-2024” digelar Poros Hijau Indonesia selama dua hari, 8-9 Mei 2019 di Jakarta.

 

Acara ini dhadiri 11 perwakilan Pengurus Provinsi Poros Hijau Indonesia, Pengurus Nasional dan Deklarator Nasional. Pembukaan Konsoldiasi Nasional dihadiri oleh Jenderal (Purn) TNI DR Moeldoko (Kepala Staf Kantor Staf Presiden) yang didampingi Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. 

 

Koordinator Nasional Poros Hijau Indonesia Rivani Noor Machdjoeri mengatakan, organisasinya memperjuangkan politik hijau sebagai platform politik dan dalam Pilpres 2019 mendukung capres-cawapres nomor urut 01 Ir H Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Dukungan tersebut dilakukan melalui kampanye media dan langsung ke masyarakat tentang agenda lingkungan hidup capres-cawapres nomor urut 01 Ir H Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

 

Berdasarkan pendataan Poros Hijau Indonesia menunjukkan hasil dan manfaat dari kerja politik ini yakni Poros Hijau Indonesia telah memberikan kontribusi elektoral terhadap capres-cawapres nomor urut 01 sebesar 544,737 suara di 10 provinsi dan transformasi pengetahuan lingkungan hidup berkelanjutan menjadi simbol perlawanan dari politik hoaks, SARA dan ketakutan.

 

Jenderal (Purn) TNI DR Moeldoko (Kepala Staf Kantor Staf Presiden) didampingi Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dan pengurus dan peserta Konsolidasi nasional dengan tajuk “Konsolidasi Nasional Politik Hijau: Meneguhkan Peran Politik Hijau Dalam Pembangunan 2019-2024” di salah satu hotel di Jakarta. Foto : Istimewa

 

Sementara itu, dalam sambutannya Jend (Purn) Moeldoko, menyampaikan terima kasih kepada Poros Hijau Indonesia atas kerja kerasnya selama pelaksanaan Pilpres dengan mengedapankan politik agenda. Poros hijau Indonesia  sebagai organsiasi masyarakat harus ke depan harus mampu bekerja lebih luas dan mengembangkan invovasi untuk memperkuat posisi rakyat dan kebijakan pemerintah.

 

"Pendampingan merupakan cara meningkatkan kapasitas rakyat dalam mengelola lingkungan, dan sumber daya alamnya sekaligus memperkuat peran politik rakyat. Bila situasi ini tercipta maka akan menjadi kekuatan yang mendorong dan mengawal lahirnya kebijakan – kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan pro lingkungan," kata Moeldoko.

 

Lebih lanjut, mantan Panglima TNI ini menjelaskan bahwa sebagai pribadi memiliki komitmen kuat atas lingkungan hidup, karena itu senang ada berada diantara Poros Hijau Indonesia dan membuka ruang kerjasama ke depan. Praktek kongkrit yang sudah dilakukan selain melaksana tugas Kepala Staf Kepresiden adalah mengembangkan pertanian organik dan bis listrik. Pada kedua pengalaman inilah yang memperkuat pandangan tentang pentingnya inovasi. 

 

Pada pembukaan konsoldiasi nasional ini, Poros Hijau Indonesia akan melanjutkan kerja politiknya untuk memastikan presiden terpilih Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin melanjutkan dan memperkuat program Perhutanan Sosial untuk menuntaskan 12.7 Juta ha serta menyelesaikan reforma agraria untuk 9 juta ha. Program ini harus didukung dengan agenda-agenda pemberdayaan ekonomi. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis tata kelola sumber daya alam berkelanjutan. Ketiga, memastikan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berdaulat dibidang energi dan  pangan. 

 

 

Untuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke depan, Poros Hijau Indonesia mendorong menteri yang memiliki rekam jejak kerja bidang lingkungan hidup, bebas indikasi korupsi, dan pro-perhutanan sosial dan reforma agraria, dan menempatkan lingkungan hidup untuk keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Antisipasi Virus Monkeypox, Dinkes Tanjabtim Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan

JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Untuk mengantisipasi penularan virus monkeypox atau cacar monyet ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Pemeri

BERITA

Mantan Mendikbud Era SBY, Mohammad Nuh Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers

JERNIH.CO.ID, Jakarta - Menggantikan Yosep Adi Prasetyo, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),

NASIONAL

Bupati Safrial Apresiasi DPRD Tanjab Barat Atas Penyusunan Raperda Inisiatif Pemkab

JERNIH.CO.ID, Kuala Tungkal - Menindak lanjuti atas penyampaian nota pengantar raperda inisiatif pemkab Tanjab Barat pada rapat paripurna pertama 14 Mei la

BERITA

PT Petrocina Internasional Jabung Ltd Lakukan Serah Terima CSR Kepada Pemkab Tanjabtim

JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Adakan buka puasa bersama, PT Petrochina Internasional Jabung Ltd lakukan serah terima Corporate Social responsibility (CSR) ke

BERITA

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Aliansi Mahasiswa Jambi Lakukan Aksi Damai

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Kongres kebangkitan mahasiswa BEM SI dan AKSI BEM SI 21 Mei 2019 kembali dilanjutkan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Maha

BERITA

Advertisement