Hikmah Pagi: Sya’ban dalam Kacamata Linguistik dan Sejarah


Jumat, 12 April 2019 - 10:27:38 WIB - Dibaca: 86 kali

Pembina Yayasan Darul Arifin Jambi, Dr. H. Zainul Arifin, M.Ed, MA
Pembina Yayasan Darul Arifin Jambi, Dr. H. Zainul Arifin, M.Ed, MA [Dokumen Pribadi]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Para pakar linguistik sepakat bahwa sya’ban adalah bulan ke delapan dari penanggalan hijriyah. Penamaan ini sudah terjadi pada tahun 412 M sebelum datangnya Islam di masa kakek Nabi dari silsilah keluarga Nabi yang ke-5 beliau adalah Kilab Ibn Murrah. Yang mana pada waktu itu kebiasaan yang melekat pada bangsa ‘Arab memberikan sebuah nama bulan atau apapun itu; berkaitan erat dengan peristiwa penting atau fenomena yang terjadi di dalamnya.

 

Dinamakan sya’ban terambil dari kata “tasya’aba” yang mempunyai arti “berkelompok” dalam Lisanul ‘Arab Ibn Mandzur menambahkan, bisa berarti berkelompok dalam kebaikan maupun keburukan. Namur para pakar sejarah mengatakan dinamakan “sya’ban” karena dahulu orang berkelompok guna untuk mencari mata air guna persiapan menghadapi ramadlan (panas) yang dikwatirkan biasanya terjadi kekeringan. Ada juga yang mengatakan dinamakan “sya’ban” para kabilah berkumpul membuat suatu kelompok untuk mengatur strategi dan persiapan perang setelah lama istirahat menghormati bulan “rajab” (yang mana masuk bulan hurum yang diharamkan berperang). Dan juga ada periwayatan yang mengatakan dinamakan “sya’ban” karena terletak diantara dua bulan yang agung yaitu antara rajab dan ramadlan. Ibn Hajar al-Asqolany menambahkan dinamakan “sya’ban” karena terkumpul kebaikan (energi positif) guna untuk persiapan menyambut bulan ramadlan.

 

Peristiwa penting (sejarah) yang terjadi di bulan sya’ban diantaranya,

 

- Perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis (Palestina) kurang lebih menjadi kiblat sekitar 16 – 17 bulan kemudian menghadap ke Masjidil Haram. (Lihat tafsir al-Qurthubi atau tafsir-tafsir yang lain).

 

- Di wajibkan puasa ramadlan pada bulan sya’ban tahun ke-2 H. (Lihat Fiqh Islam Wa Adillatuhu Syekh Wahbah az-Zuhaily bab Puasa).

 

- Rasulullah menikah dengan Hafshah binti Umar Ibn Khattab bulan Sya’ban tahun ke-3 H.

 

- Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah binti Abi Umayyah bulan Sya’ban tahun ke-4 H. (Lihat Asadul Ghabah oleh Ibn Atsir Hal. 19)

 

- Peperangan Bani Mushthaliq bagian dari bani Khuza’ah (Sekelompok orang Yahudi yang Merangcang Pembunuhan terhadap Rasulullah) tahun ke-6 H. (Lihat Bidayah wan Nihayah Jilid 4/176).

 

- Kelahiran Husain Ibn ‘Ali pada tanggal 3 sya’ban tahun ke-4 H, yang awalnya hendak dinamai ‘Ali dengan “Harb” kemudian Rasulullah memberikan nama Husain, dan ‘Ali mengizinkannya. (al-A’lam Liz Zarkali).

 

Peristiwa penting yang lain masih banyak seperti peristiwa nahwaran, peristiwa pengiriman pasukan perang, meninggalnya para ulama’-ulama’ besar seperti Abu Musa al-Asy’ari, Abu Mansur al-Maturidy dan lain sebagainya, perampasan baitul maqdis setelah perang salib dan peristiwa-peristiwa bersejarah lainnya.

 

Maka penamaan bulan mempunyai filosofi yang cukup dalam dalam kajian bahasa (linguistik) dan bisa bisa mengkajinya lebih dalam melalui kitab-kitab seperti Lisanul ‘Arab Ibn Mandzur ataupun Maqoyisil Lughoh Ibn Faris atau yang lain. Dan untuk lebih dekat mengenalkan kita dengan peristiwa yang terjadi, karena penamaan tersebut berkaitan erat dengan apa yang terjadi waktu itu. Dan banyak sekali sejarah-sejarah yang dapat kita gali di dalamnya; memang sangat disayangkan sangat jarang sekali ditemukan buku-buku yang membahas secara rinci tentang bulan dan korelasi terhadap sejarah didalamnya yang dibahas secara runtut dan terperinci. Padahal hal ini sangat penting karena dari sejarah kita bisa berkaca, dari sejarah kita bisa bangkit dan dari sejarah kita membangun sebuah peradaban.

 

Al-Qur’an mengatakan,

 

 

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). (QS. Yusuf: 111).

 

Semoga Allah menjaga kita semua, sehingga istiqomah dalam menggali samudra Ilmu-Nya, sehingga bisa mengalirkan cahaya-Nya kepada kita semua Aamien Allahumma Aamien. Semoga bermanfa’at. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Penulis: Dr. H. Zainul Arifin, M.Ed, MA




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Kapolda Jambi Tinjau Rapat Pleno PPK Kecamatan Telanaipura

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Rapat Pleno tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Telanaipura hingga hari ini, Senin (22/4) masih digelar yang ber

BERITA

Data Terhimpun Hampir 100 Persen, Kemas Faried Raih 3000 Suara Lebih di Dapil III

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Data real count yang dihimpun sudah hampir mencapai 100 persen, Caleg DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly dari Partai Golkar

POLITIK

Jaga Pemilu, Polres Tanjabtim Gelar Apel Operasi Mantap Brata 2019

JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Apel Pergeseran Pasukan guna pengamanan Pemilu 2019 di Halaman Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur, Senin pagi (15/4

BERITA

Meski Kekurangan Surat Suara, KPU Merangin Distribusikan Logistik Pemilu

JERNIH.CO.ID, Merangin - Bupati Merangin Alharis, S.Sos, MH meresmikan pelepasan pendistribusian logistik Pemilu serentak 2019 di Gudang KPU Merangin, Bang

BERITA

Hantarkan Kader Terbaik ke Kursi Legislatif, IPK Jambi : Kami Tidak Akan Gunakan Politik Uang

JERNIH.CO.Id, Kota Jambi - Hari terakhir masa kampanye, Ikatan Pemuda Karya (IPK) Jambi menyatakan sikap mendukung penuh kader-kader terbaik IPK untuk dudu

POLITIK

Advertisement