Aktivis Pena 98 Jambi Nyatakan Sikap Tolak Pelanggar Hak Azasi Manusia Berkuasa


Kamis, 14 Maret 2019 - 20:15:50 WIB - Dibaca: 470 kali

Aktivis Pena 98 Jambi saat menggelar pernyataan sikap di Caffe Hello Sapa, Broni, Kota Jambi, Kamis (14/3/19).
Aktivis Pena 98 Jambi saat menggelar pernyataan sikap di Caffe Hello Sapa, Broni, Kota Jambi, Kamis (14/3/19). [Istimewa ]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Jelang Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan pada April mendatang, Aktivis Pena 98 Jambi menggelar pernyataan sikap di Caffe Hello Sapa, Broni, Kota Jambi, Kamis (14/3/19).

 

Salah satu aktivis 98 Jambi, Andi Salmon mengatakan pernyataan sikap ini dilakukan bersama beberapa aktivis untuk menjaga agar nilai Hak-hak asasi manusia tetap dipertahankan. 

 

"Alhamdulillah bisa dihadiri beberapa aktivis 98, sebagian memang lagi sibuk untuk menghadapi Pileg, karena ada juga yang maju sebagai Caleg," kata Andi. 

 

Sementara itu, Tajri Dannur yang juga merupakan aktivis Pena 98 Jambi mengatakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia merupakan penolakan terhadap kebenaran yang telah di takdirkan Yang Maha Kuasa dan menolak nilai-nilai kebenaran kemanusiaan sebagai makhluk sosial. 

 

"Interaksi sosial menjadi terputus. Kebenaran pun hanya menjadi milik pribadi. Kebenaran bukanlah yang menjadi tolak ukur. Dan yang salah, yang tidak sepaham, mesti disingkirkan," kata Memed sapaan akrab Tajri Dannur. 

 

Menjaga agar nilai-nilai kebenaran Hak Azasi Manusia tetap dipertahankan, oleh karna itu dikatakan Memet segala bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia tidak dibenarkan, pelanggaran terhadap Hak Azasi Manusia merupakan kejadian luar biasa yang menyebabkan runtuhnya nilai-nilai kebenaran

 

Oleh karena itu jika kita bertanggungjawab terhadap kawan-kawan yang telah menjadi korban, Jika kita bertanggungjawab terhadap tanah rakyat yang menjadi bancakan, Jika kita bertanggungjawab terhadap kekuasaan yang semena-menjadi pujaan, maka kita nyatakan penolakan pelanggar Hak Azasi Manusia berkuasa. 

 

"Tidak ada pilihan selain menolak pelanggar Hak Azazi Manusia berkuasa. Kita juga menolak tuan tanah berkuasa dan menolak Cendana berkuasa," kata Memet. 

 

Untuk diketahui, pernyataan sikap aktivis Pena 98 ini juga dilakukan serentak diseluruh Indonesia pada hari ini. 

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Antisipasi Virus Monkeypox, Dinkes Tanjabtim Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan

JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Untuk mengantisipasi penularan virus monkeypox atau cacar monyet ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Pemeri

BERITA

Mantan Mendikbud Era SBY, Mohammad Nuh Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers

JERNIH.CO.ID, Jakarta - Menggantikan Yosep Adi Prasetyo, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),

NASIONAL

Bupati Safrial Apresiasi DPRD Tanjab Barat Atas Penyusunan Raperda Inisiatif Pemkab

JERNIH.CO.ID, Kuala Tungkal - Menindak lanjuti atas penyampaian nota pengantar raperda inisiatif pemkab Tanjab Barat pada rapat paripurna pertama 14 Mei la

BERITA

PT Petrocina Internasional Jabung Ltd Lakukan Serah Terima CSR Kepada Pemkab Tanjabtim

JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Adakan buka puasa bersama, PT Petrochina Internasional Jabung Ltd lakukan serah terima Corporate Social responsibility (CSR) ke

BERITA

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Aliansi Mahasiswa Jambi Lakukan Aksi Damai

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Kongres kebangkitan mahasiswa BEM SI dan AKSI BEM SI 21 Mei 2019 kembali dilanjutkan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Maha

BERITA

Advertisement