Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Jambi, Ini Hasil yang Dipaparkan KPK


Selasa, 12 Maret 2019 - 18:32:49 WIB - Dibaca: 97 kali

Kepala Satgas Korsupgah Wilayah II Sumatera, Aida Ratna Zulaiha mengatakan pada Rakor ini KPK mengevaluasi pelaksanaan tahun 2018 terhadap Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kota Se-Provinsi Jambi. (12/3/19).
Kepala Satgas Korsupgah Wilayah II Sumatera, Aida Ratna Zulaiha mengatakan pada Rakor ini KPK mengevaluasi pelaksanaan tahun 2018 terhadap Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kota Se-Provinsi Jambi. (12/3/19). [Humas Pemprov Jambi]

JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti rendahnya kesadaran para penyelenggara negara di Provinsi Jambi dalam melaporkan harta kekayaannya. 

 

Dari siaran pers KPK, disampaikan Periode 2018, baru 34,83% eksekutif yang melaporkan harta kekayaannya, sedangkan di tingkat legislatif baru 19.07%. Angka yang rendah juga terlihat dalam kepatuhan pelaporan penerimaan gratifikasi. Selama 4 tahun terakhir (2015-2018) baru 0.005% pejabat/ASN yang melaporkan gratifikasi atau hanya 4 orang dari total populasi ASN di Provinsi Jambi yang berjumlah 79.684 orang.

 

Sejak tahun 2017, KPK telah melakukan pendampingan terhadap pembenahan tata kelola pemerintahan daerah guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di wilayah Provinsi Jambi. Untuk memperkuat konsolidasi dan komitmen pemerintahan daerah, khususnya di wilayah Provinsi Jambi, KPK menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pada Selasa (12/3) di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi. 

 

Kepala Satgas Korsupgah Wilayah II Sumatera, Aida Ratna Zulaiha menyampaikan rapat koordinasi dan evaluasi ini dilakukan dalam rangka penyampaian hasil evaluasi atas pelaksanaan program pencegahan korupsi di wilayah Provinsi Jambi selama tahun 2018. 

 

"Dalam rapat tersebut disampaikan beberapa hal hasil evaluasi program pencegahan korupsi, khususnya terhadap 8 sektor, yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), dana desa, optimalisasi penerimaan daerah, dan manajemen aset daerah," kata Aida. 

 

"Disamping itu, disampaikan beberapa hal yang menjadi fokus kegiatan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) di tahun 2019, yaitu selain kedelapan sektor tersebut, juga sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sumber daya alam, dan BUMD," tambahnya. 

 

Secara umum, hasil evaluasi tahun 2018 untuk wilayah Provinsi Jambi sebesar 56%. Capaian ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2017 yaitu sebesar 49,6%. Rincian hasil evaluasi capaian program pencegahan korupsi dalam 2 tahun terakhir adalah sebagai berikut;

 

Pemerintah Provinsi Jambi, pencapaian di tahun 2018 sebesar 68% dan di tahun 2017 sebesar 45%.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari, pencapaian di tahun 2018 sebesar 67% dan di tahun 2017 sebesar 50%.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pencapaian di tahun 2018 sebesar 66% dan di tahun 2017 sebesar 54%.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun, pencapaian di tahun 2018 sebesar 60% dan di tahun 2017 sebesar 46%.

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, pencapaian di tahun 2018 sebesar 57% dan di tahun 2017 sebesar 47%.

Pemerintah Kabupaten Bungo, pencapaian di tahun 2018 sebesar 56% dan di tahun 2017 sebesar 51%.

Pemerintah Kabupaten Kerinci, pencapaian di tahun 2018 sebesar 55% dan di tahun 2017 sebesar 52%.

Pemerintah Kota Sungai Penuh, pencapaian di tahun 2018 sebesar 53% dan di tahun 2017 sebesar 53%.

Pemerintah Kabupaten Merangin, pencapaian di tahun 2018 sebesar 52% dan di tahun 2017 sebesar 51%.

Pemerintah Kabupaten Tebo, pencapaian di tahun 2018 sebesar 50% dan di tahun 2017 sebesar 46%.

Pemerintah Kota Jambi, pencapaian di tahun 2018 sebesar 44% dan di tahu 2017 sebesar 58%.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pencapaian tahun 2018 sebesar 43% dan di tahu 2017 sebesar 46%.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syafei




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Komsos Penting Untuk Kemanunggalan TNI dan Rakyat

JERNIH.CO.ID, Kota Sungai Penuh - Bagi TNI Komunikasi Sosial (komsos) menjadi salah satu senjata ampuh, untuk merekatkan Kemanungalan TNI dengan masyarakat

BERITA

Jalan Dibuka, Marjizan Berharap Desa Sungai Sirah Lebih Maju

JERNIH.CO.ID, Kota Sungai Penuh - Dengan dibukanya jalan oleh Satgas TMMD Ke 104 yang membelah  dua desa sungai Ning dan Sungai sirah, tentunya member

BERITA

Bukit, Bukan Jadi Penghalang Bagi TNI untuk Memperlancar Jalur Perekonomian Warga

JERNIH.CO.ID, Kota Sungai Penuh - Dipilihnya Desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh,  menjadi lokasi TMMD (Tentara Manunggal Memb

BERITA

Dansatgas TMMD ke 104 Kodim 0417/Kerinci Bersama Komunitas Trail Cek Perehaban Jalan

JERNIH.CO.ID, Kota Sungai Penuh - Dansatgas TMMD ke 104 Kodim 0417 Kerinci Letkol Inf Gambuh bersama komunitas Trail mengecek perehaban jalan dari desa sun

BERITA

Meli : Menu untuk TNI Tidak Rumit

JERNIH.CO.ID, Kota Sungai Penuh - Bagi Meli (23) yang rumahnya di Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal yang dijadikan base camp untuk 11 personil Tim

BERITA

Advertisement